2/09/2019

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 PART 2

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 3

“Maaf aku salah, aku tidak bisa hidup tanpamu. Kamu sangat berbeda dengannya. Aku mengencaninya saat dia tidak tahu apa pun. Aku sungguh mencintaimu.” Kata Shi Eun kepada Seung Chan  lewat telponnya sambil terus menangis.


“Jangan berbohong lagi kepadaku.” Kata Seung Chan. “Aku berjanji, sungguh. Tapi aku harus menemui Tae Sun tentang kontes itu..” kata Shi Eun memohon.


“Kamu sebut lagi namanya, maka aku akan marah!” Kata Seung Chan marah dengan nada tingginya.


Shi Eun dan Seng Chan menemui Tae Sun disebuah Kafe. Mereka berdua saling memamerkan keromantisannya kepada Tae Sun. Sung Chan sengaja menyuapi Shi Eun dengan manja didepan mata mantan pacar Shi Eun.


“Bagaimana persiapan ujianmu? Akan kuberi tahu kamu ujian kelas persiapan yang ku ambil.” Kata Tae Sun mengawali obrolannya.


“Ya, itu akan hebat...pak.” kata Shi Eun kemudian Seung Chan langsung merangkul kepala Shi Eun agar bersandar dibahunya.


“Pak?” Tae Sun kaget karena Shi Eun menyebutnya pak.


“Dan aku memenangkan hadiah utama  dalam kontes sekenario pemuda.” Kata Shi Eun, sengchan langsung memandang Shi Eun dengan tatapan ancaman. “Pak Bapak.” Kata Shi Eun lagi melanjutkan perkataannya. “Kamu harus makan satu lagi.” Kata Sung Chan sambil menyuapi Shi Eun lagi.


“ Sungguh? Sudah kubilang kamu punya bakat.” Kata Tae Sun. Tiba-tiba Seung chan menatap Tae Sun dengan tatapan mengerikan. “Apa kamu siswa seni liberal?” tanya Tae Sun. “Tidak. Aku bersiap masuk kelas tari.”  Kata Seung Chan dengan sangatt sinis.


Malihat tingkah Seung Chan, Tae Sun langsung beralih pembicaraan kepada Shi Eun. “Shi Eun, kamu pernah menonton film itu? Florida? Bukankah itu hebat?” tanya Tae Sun 


“Ya aku menontonnya, aku sangat menyukainya. Tapi itu membuatku sangat tertekan.” Jawab Shi Eun sangat antusias padahal Seung Chan tidak suka dengan respon Shi Eun yang sangat bersemangat menjawab pembicaraan Tae Sun.


“Itu wajar. Depresi muncul dari rasa ingin tahumu.” Kata Tae Sun bak lelaki dewasa. “Yang benar saja.” Gerutu Seung Chan, Shi Eun yang menyadari hal tersebut langsung berbicara ke hal lain.


Namun Shi Eun lagi-lagi memanggil nama Tae Sun, padahal Seung Chan sudah bilang ia akan marah jika Shi Eun memanggil nama Tae Sun.


“Hai Tae Sun.. maksudku Pak, kamu telah mewujudkan mimpimu. Jadi kini kamu bahagia bukan?” tanya Shi Eun. “tentu saja , itu wajar.” Jawaban Tae Sun membuat Shi eun menatapnya kagum. Shi Eun tersadar bahwa Seung Chan tidak menyukai hal itu ia langsung menyandarkan kepalanya lagi di bahu Seung Chan.


“Shi Eun, kamu tidak serius saat berkata tidak masalah tidak mengencaniku benar?” tanya Seung Chan. “jelas. Hei jangan bodoh.” Jawab Shi Eun sambil berjalan bergandengan tangan dalam perjalanan pulang.


“Mungkin ada orang lebih baik bagimu dari pada aku. Aku bisa enonton film favoritmu berulang kali, tapi aku hanya mendengar ucapanmu. Aku tidak bisa menjawabmu. Apalagi, jika kamu memberi tahu kecemasanmu, aku berpikir kanapa kamu cemas tentang itu. Itu mengesalkan. Karena itu aku merasa bodoh.” Ucap Seung Chan 


“Seung Chan. Aku suka kamu tidak engerti kecemasanku. Karena itu membuatku sadar aku cemas sia-sia. Aku berjanji aku tidak akan bohong lagi. Kamu pacar yang baik apa adanya. Jadi jangan mencemaskan hal bodoh.” Ucap Shi Eun, perkataan Shi Eun membuat Seung Chan tersenyum bahagia.


“ Dua siswa di kelas kita akan menerima beasiswa. Park Sun Young, Kim Shi Eun.” Kata pak Han di depan kelas.


“Kenapa? Bukankah mereka  biasannya hanya memberi pada satu orang?” tanya Shi Eun. “Aku juga tidak tahu, Brandal. Apa kamu mengeluh karena memberikan itu kepadamu? Pokoknya ambil saja.” Jawab Pak Han.


“Hei ibu baru saja menerima uang yang tertulis beasiswa.”. kata ibu Shi Eun dalam telpon. “Ibu bisa mengirimku nomor rekening ibu?” pinta Shi Eun. 


Setelah ibunya mengirim nomor rekening tersebut tertulis”Dari yayasan Daeung, dari yayasan beasiswa.” Shi Eun akhirnya bertanya kepada pihak yayasan Beasiswa, namun mereka mengatakan itu adalah rekening sementara dan tidak ada yang memberinya Beasisiwa. Namun ada yang menyebutkan nama ayah Seung Chan dalam telponnya.


“Aku tidak boleh tertipu kebohongan yang diucapkan orang dewasa. Ini lebih dari sekedar muslihat. Ini penipuan.” Ucap Shi Eun dalam hati.


Shi Eun menemukan surat panggilan pengadilan Distrik Changwon di rumahnya. Ibunya yang baru datangpun melihat Shi Eun yang sedang memegang surat tersebut.


“Ibu beri tahu kamu seluruh kebenarannya. Dengarkan baik-baik. Ayahmu memang tewas dalam kecelakaan derek, tetapi Daeung mengambil catatan medis ayahmu, dan mengatakan kalau dia menderita depresi. Jika mereka mengakui itu kecelakaan, itu akan membuat mereka rugi lebih besar. Itu alasannya.


“Ya, aku membacanya sampai akhir. Aku tahu semuanya. Orang yang menyarankan ayah setuju pada pengurangan adalah ayah Sung Chan. Kenapa ibu tidak memberi tahukubukan salah ayah. Jika ayah wafat di tempat itu , dia tidak salah punya pilihan kecuali melakukan itu karena perusahaan memaksanya. dan Seung Chan tidak berkaitan dengan itu. Tapi tetap saja mari kita kembalikan uang itu.”  Kata Shi Eun kepada ibunya.


Seung Chan dan Shi Eun menonton film romens bersama, namun Shi Eun malah menangis, Seung Chan yang melihatnya merasa aneh karena ending filmnya bahagia namun Shi Eun malah menangis.


Setelah keluar dari bioskoppun Seung Chan menanyakan hal demikian namun dijawab oleng Shi Eun kalau dia tidak akan memberi tahunya. Kemudian Shi Eun mengusap air matanya lagi dan berlalu pergi.


“kukembalikan uangmu, apa kau mengasihaniku? Karnamu anakku tahu semuanya. Keterlaluan kamu, kamu memanfaatkan suamiku, dia tidak pernah mabuk hingga terjadi kecelakaan itu. Kamu pembunuh. Apa kamu memberi uang ini karena merasa bersalah.?” Ucap Park Mi Yong sambil melempar uang tersebut.


“jika masalahnya adalah uang, hentikanlah pengadilan ini. Ambillah uang itu tahun depan anakmu mulai berkuliah. Aku hanya meminta beasiswa ini kepada perusahaan. Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini.” Kata pak Kwon.


“Berhentilah berpura-pura menjadi orang baik.” Kata Park Mi Yong. “Kamu bisa berhenti dari sini. sampai kapan kamu ingin mengusahakan ini?” kata Pak Kwon ketika Mi Yong Berlalu pergi.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 13 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon