2/11/2019

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 PART 2

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 Part 3

Tiba sudah saat pengumuman pemenang kompetisi, dari juara perak sampe juara 2 emas tidak ada nama SMA niagai putri tidak disebut sama sekali. Mereka sudah putus asa karena sudah tidak ada harapan lagi mereka memenangkan juara 1 emas.


“Dan, pemenang juara 1 emas dimenangkan oleh klub SMA Niaga Putri Geoja.” Sontak pengumuman itu membuat mereka sangat bahagia bahkan sempat tak percaya.


Mereka berfoto bersama untuk mengabadikan momen berharga tersebut. Pak Lee juga ada diantara mereka.


Mereka pulang bersama dengan bangga membawa piala kemenangan mereka. Bahkan Shi Eun terus saja tersenyum sambil memandangi buket bunga yang diberikan tadi.


“Shi Eun, Jika kita melakukan tarian kompetitif, apa menurutmu kita akan merasakan ini lagi?” tanya Ye Ji. “Kamu ingin melanjutkan?” Shi Eun bertanya balik. “Lupakanlah.” Ye Ji menghentikan pembicaraannya.


Park Mi Yong hendak membakar semua buku-buku yang dibuang Shi Eun. Ia tak sengaja menemukan buku yang bertuliskan”Aku tak terlalu yakin akan bahagia jika jauh dengan ibu”


Shi Eun pulang dengan wajah gembira ia segera memberitahu kabar bahagia tersebut kepada ibu dan kakaknya. Mereka berdua juga sangat bahagia Shi Eun dan teman-temannya dapat memenangkan juara pertama.


Shi Eun menunjukkan vidionya menari, sementara itu Shi Eun masuk kekamarnya untuk mengganti pakaian.


Namun ketika ia masuk kamar ternyata barang-barang yang sudah ia kemas untuk dibuang malah berada kembali dikamarnya.


“Ibu kenapa barang ini masih ada dikamarku? Bukankah aku sudah membuangnya.” Kata Shi Eun. “Jangan dibuang sayang.” Jawab ibunya. Namun Shi Eun bersikeras untuk membuangnya.


“Shi Eun tunggu dulu, jangan buang semua itu. Teruslah melakukan untuk mencapai impianmu. Akan ku beri kamu uangnya, ibu punya uangnya.” Kata ibunya mencegah Shi Eun membakar buku-bukunya.


“Kapan aku mengatakan ini soal uang? Kenapa ibu membuatku begini? Ibu terus menyuruhku untuk berhenti. Kenapa ibu melakukan ini sekarang?” teriak Shi Eun sambil menangis.


“Katamu dengan ini membuatmu bahagia.” kata ibunya. “Ibu, itu jika aku mewujudkan mimpiku. Dan bukan berarti kebahagiaan sudah dipastikan hanya karena aku pergi ke tempat yang ku inginkan.” Ucap Shi Eun.


“Apa maksudmu?” tanya ibunya. “Ibu jangan berpura-pura bodoh, apa ibu bahagia? Bagaimana dengan kak Shi Ra? Bagaimana dengan ayah?. Itu benar aku berhenti karena uang. Karena aku bisa melihat penderitaan didepan. Karena aku takut tetap tidak akan bahagia meski melalui semua penderitaan itu.”Ucap Shi Eun.


“Kenapa kamu mencemaskan uang? Itu tugas ibu.” Tanya ibunya. “Ibu aku sungguh menyesal karena menghadiri persidangan. Kalaupun ibu memenangkan sidang, Aku sungguh muak mengetahui kalau semua ini karena uang. Berhentilah melakukan ini sampai kapan ibu akan bertahan? Tak masalah jika ayah meninggal karena bunuh diri. Tak ada bedanya.” Kata Shi Eun masih terus menangis.


“Shi Eun kamu sungguh salah paham akan sesuatu. Ayahmu tidak seperti itu.” Jelas ibunya. “Tidak seperti apa?” tanya Shi Eun. “Ayahmu tidak akan meninggalkan keluarganya dan melakukan bunuh diri dia tidak seegois itu.” Kata ibunya berusaha memberi pengertian kepada putrinya.


“Egois Bagaimana? Kenapa dikatakan egois jika mati karena hidup itu terlalu sulit? Ayah tak mungkin menderita?. Ibu, ayah memiliki setandar tinggi, tapi tidak bisa mencapainya. Ibu sungguh berpikir ayah bahagia?. Dia hanya berpura-pura demi ibu dan kami.” Kata Shi Eun.


“Kenapa ibu hidup? Itu karena aku dan kak Shi Ra. Ibu tidak punya alasan hidup jika tidak memiliki kami.” Shi Eun melanjutkan bicaranya.


“Apa salahnya dengan hidup ibu? Aku cukup bahagia.” Jawab ibunya. “Tidak. Ibu tampak begitu menderita bagiku. Orang yang anak-anaknya adalah seluruh hidupnya. Orang yang tak punyya apapun untuk dicapai sendiri.  Itu yang kulihat dalam diri ibu.” Tangis Shi Eun semakin menjadi.


Shi Ra tak tahan mendengar celotehan Shi Eun ia segera menghampiri Shi Eun dan menamparnya. “Dasar brandal manja! Pikirkan siapa dirimu bisa bicara tentang hidup ibu?” kata Shi Ra dengan sangat marah.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 14 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon