2/11/2019

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 15 PART 3

SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 16 Part 1

Shi Eun mendapat pesan bahwa ia lolos ronde kedua. “Aku berhasil lolos ronde kedua.” Teriak Shi Eun kepada teman-temannya.


Shi Eun juga memberi tahu kabar gembira itu kepada ibunya. “Kapan ronde ketiganya? “ tanya Park Mi Yong lewat pesan singkatnya, senyumnya terulas dibibir Park Mi Yong.


Giliran Shi Eun masuk ruang wawancara setelah nomor urutnya dipanggil.


“Terakhir, kenapa kamu ingin masuk jurusan sinema?” tanya seorang penguji dari Universitas Gyonghan  “Aku ingin menjadi sutradara film.” Jawab Shi Eun yakin.


“Kenapa kamu ingin menjadi sutradara film?” tanya penguji lagi. “Aku suka menonton film dari kecil, dan itu karier yang aku hormati...” belum sempat Shi Eun melanjutkannya penguji itu sudah memotong pembicaraannya.


“Itu alasan kebanyakan murid masuk ke sini. tpi setelah mencoba ini karena kekaguman, sebagian besar dari mereka berhenti. Jika ingin bertahan, kamu harus memiliki rasa yang lebih besar dari sekedar rasa hormat. Kamu membutuhkan motivasi yang sepesifik. Apakah ada?” tanya penguji tersebut.


Menghadapi pertanyaan seperti itu Shi Eun tidak dapat menjawabnya. Ia hanya terdiam dan nampaknya para penguji tidak puas dengan jawaban Shi Eun. Merekapun mengakhiri wawancaranya.


Ibu dan kakaknya menjemput Shi Eun yang telah selesai melakukan wawancara. Awalnya Shi Eun hendak menghindar ketika ia mengetahui kedatangan mereka. Namun Shi Ra memanggilnya dan menyuruhnya pulang bersama.


“Shi Eun bagaimana wawancaranya?” tanya ibunya. “Lihat dia sudah jelas tidak berjalan dengan lancar.” Ucap Shi Ra yang sedang mengemudi.


“Bagus, kita menjemputnya tanpa alasan yang bagus. Ibu pikir.” Tiba-tiba ibunya mendengar isakan Shi Eun dikursi belakang. 


“Kenapa kamu menangis?” tanya ibunya. “Aku tidak menangis karena mengacaukan wawancara itu. Semua ini salahmu kak Shi Ra. Kenapa kamu menyuruh pak Han melakukan itu?” jawab Shi Eun masih terus menangis.


“Kamu yang mengacaukan wawancara. Kenapa kamu menyalahkan dia? Dia bahkan meminjami mobilnya.” Kata Shi Ra kepada Shi Eun.


“Aku tahu ini salahku. Aku orang bodoh tapi aku pikir aku pandai. Aku membuang-buang uang dan waktu. Untuk apa semua ini?” ujarr Shi Eun dengan tangisnya yang semakin menjadi.


“Sekarang kamu menyadari kamu bodoh?” kata kakaknya malah membuat Shi Eun semakin kesal. “Sudahlah kalian berdua. Shi Eun, fokuslah sekarang dan bersiaplah mencari pekerjaan. Mengerti? Kamu harus berusaha sebaik mungkin. Kamu tidak cantik atau memiliki kepribadian yang baik. Hanya usahamu yang dapat menyelamatkan dirimu.” Kata ibunya.


“Shi Eun! Keluar dan menontonlah dengan kami. Film ini bagus sekali.” Teriak ibunya. “Shi Eun sudah tidur, dia tidak akan suka film-film seperti ini.” Kata Shi Ra kemudian mereka berdua tertawa bersama. Sedangkan itu, Shi Eun di dalam kamarnya  mendengar pembicaraan mereka.


“Ibu, benarkah ibu tidak kecewa dengan Shi Eun? Dia menggunakan semua uang ibu untuk mendaftar kuliah, tapi gagal.” Kata Shi Ra. “Sudahlah tidak kuliah bukan kiamat. Tidak apa-apa dia akan menikahi pria baik.” Jawab ibunya.


“Ibu aku tahu dia anak ibu, tapi ibu harus objektif. Orang tua mana yang menginginkan dia menjadi menantunya?” kata Shi Ra. “Apa kurangnya dia? Dia pandai, kepribadiannya...heheh, kepribadiannya tidak terlalu buruk.” Jawab ibunya sambil tertawa.


Shi Eun yang mendengar dari dalam kamarnyapun ikut tersenyum mendengarkan ibunya memuji kecantikan dirinya.


Shi Eun selanjutnya mengikuti wawancara di Bank Shinyang.


“Hye Jin, bapak tidak tahu berapa sisa waktu untukk nenekmu. Tapi nenekmu tidak ingin kau merasa bersedih. Dalam segala hal ada akhir dan perpisahan. Siapkan dirimu, dan relakan nenekmu pergi dengan nyaman.” Kata Pak Lee menasihati Hye Jin.


Hye Jin yang baru mengetahui hal demikian hanya dapat menangis. Ia bahkan tak sanggup masuk kerumah karena tangisnya yang tak kunjung usai.


“Kamu harus mengikuti wawancara dengan kampus terakhirmu. Kamu benar-benar tidak mau pergi?” kata Pak Han diluar kelas. “Wawancara terakhir untuk Bank jatuh pada hari yang sama.” Jawab Shi Eun.


“Kamu benar-benar tidak ingin pergi?” tanya Ye Ji yang mendengar pembicaraannya tadi. “Aku tidak bodoh. Kemungkinan gagalnya lebih besar. Aku tidak tahu kenapa aku harus membuat film.” Jawab Shi Eun.


Na Yong mengajak Ye Ji untuk bermain sepeda dengannya karena dia tidak bisa menggunakan sepeda. Ye Ji pun menaiki sepeda tersebut dengan Na Yong yang duduk dibelakangnya.


“Shi Eun, pernahkah kamu merasa bahagia?” tanya Hye Jin yang duduk disampingnya. “Tidak pernah mungkin karena idealku terlalu dahsyat? Hidup yang aku inginkan terlalu tinnggi, tapi kehidupan asliku terlalu rendah. Itulah sebabnya.” Jawab Shi Eun.


“Aku tidak tahu alasanku untuk hidup. Aku tidak punya tujuan apapun yang ingin aku lakukan. Aku hanya merasa hidup ini tidak berarti.” Ucap Hye Jin.


“Aku pikir aku sangat bodoh karena melakukan  apa yang tidak kuinginkan. Aku berfikir lebih baik mati, bahwa aku akan sedih seumur hidupku. Tapi menurutku kebahagiaan tidak membutuhkanmu untuk menjadi istimewa atau mencapai sesuatu yang hebat.” Kata Shi Eun kepada Hye Jin.


“Ibuku hanya memiliki aku dan kakakku tapi dia sangat bahagia. Dulu aku pikir itu bohong, tapi kini aku mulai memahaminya. Jadi jangan khawatir lagi.” Kata Shi Eun yang belum tahu mengenai hal yang membuat Hye Jin bersedih.


Kemudian Shi Eunpun diajak untuk bermain sepeda bersama dngan Ye Ji dan Na Yong. Awalnya Hye jin menahannya karena ingin melanjutkan pembicaraannya, namun Shi Eun mengatakan nanti akan kembali lagi.


“Hari ini wawancara kerjamu di Bank bukan? Aku dengar kamu tidak mengikuti wawancara di universitas lain. Aku mendapatkan pekerjaan diperusahaan. Aku akan mendapatkan gaji bulanan. Jika masalahnya adalah uang, jangan khawatir.” Kata Shi Ra menasihati, namun Shi Eun tak  mengubrisnya ia langsung berangkat ke sekolah.


“Siapa yang pulang lebih awal untuk wawancara?” tanya seorang guru ketika masuk kelas. “Aku Dan Shi Eun.” Kata Ye Ji. “Baiklah beritahu bapak ketika sudah waktunya.” pinta Pak Han.


Shi Eun mendapatkan telpon dari universitas, awalnya ia tidak mengangkat sampai pada panggilan ke tiga ia izin untuk pergi untuk wawancara.


Do yul menyerankan Shi Eun untuk menggunakan taksi agar tidak terlambat, namun ketika Shi Eun hendak pergi tangannya di tahan oleh Hye Jin. “Hye Jin apa ada masalah?” tanya Shi Eun. “Ini uang untuk taksi. Kamu bahkan tidak memiliki uang tunai.” Kata Hye Jin sambil memberikan uang kepeda Shi Eun.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Dance Sports Girls Episode 16 Part 1

Comments


EmoticonEmoticon