2/13/2019

SINOPSIS My Only One Episode 10 PART 2

SINOPSIS My Only One Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 3

Do Ran sangat bersemangat di hari pertamanya bekerja.  Sedangkan itu Dae Ryook juga bersiap-siap untuk mengadakan rapat di kantornya.


Dae Ryook yang sudah berada didalam lift sempat melihat Do Ran yang hendak masuk juga ke lift namun pintunya tertutup sebelum Do Ran masuk.


Dae Ryook yang sudah terlanjur masuk ke lift menuju lantai atas akhirnya terpaksaberhenti di lantai 6 dan turun melalui tangga untuk memastikan wanita itu Do Ran atau bukan.


Sayang sekali tepat setelah Lift selanjutnya terbuka Do Ran sudah masuk kedalam sedangkan Dae Ryook belum sempat melihatnya.


“Apa aku salah, tidak mungkin dia ada digedung ini. Kenapa aku berhalusinasi?” ucap Dae Ryook 


“Ini hari pertamaku Pak, aku akan berusaha yang terbaik.” Ucap Do Ran ketika masuk diruangan Jin Gok. “Baik. Selamat bergabung dengan perusahaan. Kuharap kamu bekerja dengan baik. Sekretaris kepala Yang, ajari tugasnya.” ucap Jin Gok.


Sekretaris Yang mengantarkan Do Ran di meja kerjanya dan memberikan kartu pengenal miliknya. Do Ran sangat girang duduk di meja kerjanya.


Jin Gok memanggil Do Ran lewat telpon kantor dan meminta dibuatkan teh hijau untuknya.


Ketika DO Ran hendak mengantarkan teh untuk Jin Gok, ia berpapasan dengan Daee Ryook. Sontak mereka berdua sama-sama kaget. “Kamu, Burung camar mesum/camar? Kenapa kamu disini? Ini kantormu?” ucap mereka berdua secara bersamaan.


“Siapa yang mengizinkanmu berada disini?” tanya Dae Ryook. “ Aku sekretaris disini.” Jawab Do Ran sambil memperlihatkan kartu pengenalnya.


“Baraninya kamu kemari. Mau kupanggil sekuriti? Kamu mau diseret keluar?” ancam Do Ran kepada Dae Ryook.


“Aku direktur di Boom n Food.” Ucap Dae Ryook sambil menunjukkan kartu pengenalnya juga. “Benarkah.” Ucap Do Ran sambil meneliti kartu milik Dae Ryook.


“Direktur, Anda sudah kembali dari dinas.” Kata sekretaris Yang menghampiri Dae Ryook. Dae Ryook menatap Do Ran tajam.


“Sekretaris Yang, apa yang dilakukan seseorang yang melewatkan wawancara disini? Siapa yang mempekerjakan orang yang tidak mampuni?” tanya Dae Rook. “Pimpinan.” Jawab Sekretaris Yang.


“Ada apa ribut-ribut.” Suara Jin Gok mengagetkan mereka semua. “Ayah..” ucap Dae Rook. “Ayah?” ucap Do Ran dalam hati, ia semakin bingung dengan semua fakta yang terkuak.


“Nenekmu membuatnya kerepotan hari itu. Dia malah melewatkan wawancara akhirnya.” Jelas ayahnya kepada Dae Ryook. 


“Itukah alasan Ayah memberi posisi?” tanya Dae Ryook. “Itu juga, tapi dia sungguh berhak bekerja di perusahaan kita.” Jawab ayahnya.


“Apa lagi sekarang? Burung camar adalah direktur Boom n Food? Dia putranya pimpinan. Aaaiihh, aku memukulnya dengan tong sampah. Tamatlah riwayatku. Dia akan memecatku.” Ucap Do Ran putus asa.


“Tidak! Ayahku bilang, bahkan dikandang macan, aku bisa keluar dengan selamat asalkan aku waspada.” Ucap Do Ran dengan penuh keyakinan.


“Nenek, aku sudah kembali dari dinas, tapi ada rapat, nenek sedang apa? Aku membelikan coklat kesukaan nenek. Aku ada makan malam dengan para menajer dan akan pulang larut.” Ucap Dae Ryook lewat ponselnya.


“Nenek bukan anak-anak. Tpi tidak perlu mengkhawatirkan nenek dan bekerjalah.” Ucap Neneknya. “Baik nenek, sampai jumpa.” Jawab Dae Ryook kemudian menutup panggilannya.


“Dia terdengar baik-bauk saja. Aku tidak bisa memarahinya karena dia membantu nenek. Apa aku harus melihatnya setiap hari sekarang? Sungguh sial.” Ucap Dae Ryook kesal.


Tiba-tiba Do Ran masuk keruangan Dae Ryook dengan membawa secangkir teh. “Aku tidak memanggilmu. Ada apa?” tanya Dae Ryook.


“Aku terlalu bingung tadi untuk menyapa dengan benar. Kuharap kita bisa akrab.” Ucap Do Ran ramah. 


“Kita juga bukan orang asing.” Ucap Dae Ryook angkuh.”Aku minta maaf soal insiden toilet. Aku amat gugup saat wawancaranya. Aku sungguh tidak tahu kalau itu toilet pria. Maaf tolong lupakan itu.” Kata Do Ran kemudian membungkukkan badannya.


“Aku harus berusaha melupakannya karena kini kita rekan kerja.” Ucap Dae Ryook. “Terimakasih. Berikan aku pekerjaan apa saja, aku akan berusaha keras.” Ucap Do Ran dengan tersenyum.


“Aah, aku pening. Terkadang aku pening semenjak kamu memukulku. Kenapa ya? Haruskah aku memeriksakannya?” Dae Rook sengaja bersikap demikian agar Do Ran merasa khawatir dan menyesal.


“Apa itu tadi? Dia percaya kalau aku pening? Naif sekali.” Ucap Dae Ryook sambil terkekeh.


“Aku selamat. Aku kira dia akan memecatku. Apa dia masih cedera karena pukulan dikepalanya? Tidak mungkin.” Ucap Do Ran bingung.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon