2/15/2019

SINOPSIS My Only One Episode 12 PART 1

SINOPSIS My Only One Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 12 Part 2

“Aku bersyukur anda mengantarkanku setiap kalinya, tapi aku pasti naik bus untuk kali berikutnya. Kakiku masih sehat dan aku risi membuat anda mengantarkanku ke rumah.” Ucap Do Ran kepada Pak Kang.


“Aku hanya mengikuti prrintah Nyonya Park. Lebih baik mengikuti perkataan para tetua.” Kata Pak Kang menjawab perkataan Do Ran.


“benar, aku tidak berhak bilang apa-apa.  Bagaimanapun terimakasih banyak.” Kata Do Ran. “Dengan senang hati.” Jawab Pak Kang.

“Omong-omong apa kamu senang berbincang dengan Nyonya Park hari ini?” Tanya Pak Kang. “Ya, Aku selalu melihatnya saat sedang terserangg demensia. Tapi, dia tampak orang yang berbeda hari ini. Dia amat baik” Jawab Do Ran.


“Tapi dia memberikanku amplop uang karena bersyukur. Tapi aku tidak bisa menerimanya.” Kata Do Ran. “Dia pasti ingin mengungkapkan rasa syukur kepadamu.


“Ngomong-ngomong tadi itu makanannya enak sekali, aku sampai makan dua mangkok. Astaga bagaimana ini.?”. “Dua mangkok?”. “Iya sungguh sangat enak apalagi telur kukusnya, awalnya aku ingin bertanya kepada pramusajinya, bahan rahasia apa yang dia masukkan tapi aku takut terlihat bodoh.” Ucap Do Ran terus menceritakan betapa dia sangat menikmati hidangannya tadi.


Sedangkan itu Pak Kang yang mendengarkan celotehan Do Ran, hanya tersenyum sambil mengemudi. Pak Kang jelas sangat bahagia karena ia semakin akrab dengan Do Ran.


“Terimakasih karena telah mengantarkanku lagi. Sampai jumpa.” Ucap Do Ran ramah. “Ya, masuklah.” Kata Pak Kang sambil memandangi Do Ran memasuki rumahnya.


Pak Kang bahkan tidak membuangg botol bekas susu pisang yang dimum Do Ran, ia menaruhnya bersama dengan dua permen yang Do Ran pernah berikan kepadanya.


“Ada apa denganku? Demi kebaikannya aku tidak boleh berada disisinya. Tidak ada rahasia yang selamanya tersimpan.” Ucap Pak Kang frustasi.


“Benar aku harus pergi, aku tak boleh berada disampingnya.” Kata Pak Kang kemudian oia mengambil selembar kertas dan mulai menulis suratnya.


“Kamu pergi menemui neneknya Yi Ryook? Bagaimana kondisinya? Ibu dengar dia mengidap demensia.” Tanya ibunya. “Dia terlihat baik-baik saja.” Jawab Da Ya sambil meneruskan makannya.


“Kamu bahkan terpikirkan mengunjunginya? Bagaimana bisa kamu terpikirkan ide terpuji itu?” tanya ibunya.”Aku dan Yi Ryook akan menikah jadi aku harus berbaik hati kepada keluarganya.” Jawab Da Ya masih fokus dengan makanannya.


“Apa seingin itu kamu dengan pernikahan, teman-teman kakak bahkan tidak ada yang amat ingin menikah belakangan.” Kata kakaknya “semua temanku mau menikah. Mereka tidak bisa karena tidak mampu.” Jawab Da Ya.


“Biar ibu tanya sekali lagi. Apa kamu bersungguh-sungguh ingin menikahinya?” tanya ibunya. “Tentu saja, hidup ini hanya sekali dan aku ingin merasakan semua hal indah bersama pasanganku.” Jawab Da Ya. “Baiklah, ibu akan ke rumahnya dan membicarakan soal ini.” Kata ibunya membuat Da Ya bersorak bahagia.


“Bagaimana kabar mertuamu?” tanya Hong Shil memulai obrolan mereka. “Dia sudah lebih baik sekarang. Dia hanya pikun. Tak masalah selama dia tidak mencaciku wanita lajang yang licik dan menggigi tanganku lagi.” Jawab Eun Yong


“Syukurlah, relakan saja kejadian itu, dia begitu karena dia sakit.” Ucap Hong Shil. “Bahagianya kita bisa minum kopi bersama lagi setelah sekian lama. Dan terimakasih karena telah memaafkanku.” Ucap Eun Yong.


“Omong-omong, masalah Da Ya dan Yi Ryook,” Hong Shil memulai inti pembicaraannya. “Aku sudah tak masalah. Mari kita nikahkan mereka.” Ucap Eun Yong tanpa beban.


“Eun Yong tetap saja , beri tahu yang sebenarnya. Jika kamu merasa bersalah sedikit saja karena kematian suamiku. Kurasa aku  tidak bisa merestui mereka. Sudah cukup malang Da Ya tumbuh tanpa seorang ayah.” Ucap Hong Shil dengan mata berkaca-kaca.


“Hong Shil. Kubilang maaf. Aku akan mengaguminya seperti putriku sendiri. Jadi jangan khawatir.” Ucap Eun Yong menjelaskan kepada sahabatnya.


“Kamu syngguh-sungguh? Eun Yong tolong jaga putriku dengan baik.” Ucap Hong Shil dengan tangis harunya.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 12 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon