2/17/2019

SINOPSIS My Only One Episode 13 PART 1

SINOPSIS My Only One Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 13 Part 2

Da Ya yang baru mendengar fakta bahwa ayahnya tewas karena dibunuh langsung berteriak histeris. Saking syok-nya Da Ya sampai pingsan karena belum bisa menerima fakta tersebut.


Sedangkan itu, Pak Kang yang akan menya mpaikan niatnya untuk berhenti bekerja kepada Ny. Park, malah diperintah untuk mengantarkan abalon bumbu kepada Do Ran.


Pak Kang sampai pucat mendapati dirinya untuk mengunjungi rumah Do Ran sedangkan Pak Kang saat ini sedang berusaha untuk menjauhi putrinya tersebut.


Karena ia tak dapat menolak perintah dari Ny. Park Pak Kang –pun akhirnya menerima perintah dari atasannya tersebut.


“Katakan kepadanya untuk makan teratur, dia tak pernah menerima apapun yang aku berikan, jadi hanya dengan ini aku bisa membalasnya.” Ujar Ny.Park.


Ny.Park amat mengagumi Pak Kang sampai ia berkata kepada Bu Yeoji kalau Pak Kang amat bijaksana. Begitupun dengan Bu Yeoji juga menganggap Pak Kang memang orang yang baik dan bijaksana.


Didalam mobil, Pak Kang meyakinkan diri untuk dapat bertemu dengan putrinya untuk kali ini. Setidaknya menjadikan pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhirnya sebelum Pak Kang berhenti bekerja.


Sedangkan itu, di kantor Boom n Food para sekretaris sedang sibuk dengan pekerjaannya. Terlebih Dae Ryook. Ia bahkan tidak menyempatkan diri untuk istirahat karena harus memeriksa rencana bisnis barunya.


Didalam ruangannya Dae Ryook bertanya-tanya dengan sikap Do Ran yang tidak biasanya. “Dia menurunkan matanya dan bahkan tidak menatapku.” Ujarnya.


Karena hal demikian Dae Ryook sengaja menyuruh Do Ran agar tidak pulang terlebih dahulu, dan menyuruh Do Ran untuk bicara di ruangannya.


Setelah Dae Ryook mengirim pesan kepada Do Ran namun tidak dihiraukan. Bahkan saat Dae Ryook menelponnya Do Ran tidak mengangkatnya. Akhirnya Dae Ryookpun memeriksa keberadaan Do Ran dimeja kerjanya.


Ternyata para sekretarisnya sudah tidak ada yang berada di ruangan mereka, dan  lampunyapun sudah dimatikan semua.


Sedangkan itu Do Ran yang dalam perjalan pulang selalu dibayang-bayangi dengan kejadian pada malam kemarin. Ia merasa sangat kesal dengan tingkah Dae Ryook kepadanya.


Dae Ryook menelpon Do Ran dan menanyakan kenapa dirinya tidak masuk keruangannya. Do Ran hanya menjawabnya singkat kalau dirinya tidak membaca pesan yang dikitim Daea Ryook kepadanya.


Dae Ryook mengatakan kepada Do Ran untuk kembali kekantor. Dae Ryook merasa kalau Do Ran masih kesal dengannya karena itu ia ingin menjelaskan hal yang terjadi.


“Maaf, jika ini membicarakan hal selain pekerjaan aku tidak akan kembali ke kantor. Dan aku akan menutup panggilannya. Sampai jumpa.” Ucap Do Ran kemudian langsung menutup panggilannya.


Di dalam ruangannya Dae Ryook merasa amat kesal karena niat baiknya untuk meminta maaf malah diacuhkan oleh Do Ran begitu saja. Bahkan Do Ran menutup panggilannya terlebih dahulu.


Da Ya yang sudah tersadar dari pingsannya menanyakan hal yang sama lagi”kenapa ibu tidak memberi tahuku kalau ayah tewas dibunuh?”. Tanya Da Ya dengan lirih.


“Ibu tidak ingin kalian tumbuh dengan rasa kebencian dan dendam. Ibu ingin kalian tumbuh ceria walau tanpa ayah kalian. Ibu yakin mendiang ayahmu juga menginginkan hal demikian.” Ucap ibunya memberi penjelasan kepada Da Ya.


“Ibu seharusnya jangan berbohong. Andai saja ibu memberi tahu hal yang sebenarnya aku tidak akan membenci ayah. Aku selalu menyalahkan ayah karena tidak mengemudi dengan benar. Kenapa yah mengalami kecelakaan seperti  orang bodoh dan membuatku menyedihkan seperti ini.” Ujar Da Ya dengan menangis.


Ibunya yang mendengarkan ucapan Da Ya juga ikut menangis, ia terlarut kembali dalam kesedihannya silam, bahkan merasa bersalah karena tidak memberi tahu hal yang sebenarnya kepada putrinya.


“ibu tidak perlu minta maaf kepadaku. Ayah dan Ibu tidak bersalah. Yang bersalah adalah orang yang membunuh ayah. Siapa bu? Siapa orangnya.” Ucap Da Ya histeris.


“Kakak kenapa diam saja. Bukankah kakak juga mengalami penderitaan selama ini. Katakan sesuatu.” Ujar Da Ya kepada kakaknya yang memang tak dapat berbicara apa-apa karena sama Syoknya.


“Sudahlah Da Ya, mari hidup seperti biasanya saja. Walaupun ibu memberi tahu orangnya, ayahmu tidak akan bangkit. Bedebah itu sudah dihukum dipenjara seumur hidupnya.” Ujar Ibunya sambil memluk Da Ya yang masih histeris.


Eun Yong yang merasa bahwa kegaduhan yang timbul dikarenakan ucapannya merasa sangat bersalah kepada Hong Shil. Ia sangat meminta maaff atas perbuatannya tersebut. “Tidak apa-apa, lebih baik begini. Mereka juga akhirnya akan mengetahuinya capat atau lambat.” Ucap Hong Shil dengan menarik nafas berat.


Do Ran akhirnya datang dari kantornya, pak Kang yang sudah menunggu lama langsung memberikan bingkisan Ny.Park kepada Do Ran dan menyempaikan pesan Ny.Park kepadanya.


Namun, ketika hendak pergi lagi Pak Kang dicegat Do Ran untuk tidak pulang dahulu karena ingin ada yang diberikan untuknya.


Do Ran memberikan hadiah syal kepada Pak Kang karena sering mengantarkannya dan pernah memberikan susu pisang kepadanya. Pak kang menerimanya dengan sangat bahagia.


Karena ada rasa tidak enak dengan pemberian Do Ran yang istimewa bagi Pak Kang, akhirnya Pak Kang mengajak Do Ran makan mie bersama dan akan di traktir oleh Pak Kang.


Awalnya Do Ran menolak tawaran tersebut. Namun, karena melihat wajah Pak Kang yang terlihat kecewa Do Ran pun meng-iya-kan tawaran tersebut.


Setelah memesan Mie kesukaannya Do Ran terlarut dalam masa lalunya dan menceritakan bahwa ayahnya dulu sering mentraktirnya makan mie ketika Do Ran sedang merasa kesal.


Sampai pada cerita bahwa ayahnya telah tewas baru-baru ini. “Hanya ayah yang selalu ada disampingku. Setelah ayahku meninggal aku merasa seperti sendirian dipadang gurun.” Ucap Do Ran terlihat raut mukanya yang amat sedih ketika menceritakan hal demikian.


Begitupun dengan Pak Kang, ia juga merasakan kesedihan yang Do Ran rassakan namun pak Kang hanya dapat menutup mulutnya rapat-rapat.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 13 Part 2

Comments


EmoticonEmoticon