2/18/2019

SINOPSIS My Only One Episode 14 PART 2

SINOPSIS My Only One Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 14 Part 3

Karena sudah sangat gaduh suara di depan rumahnya Yang Ja segera bergegas keluar. Dan menyuruh Mi Ran untuk tetap didalam.


Mi Ran yang mendengarkan kegaduhan didepan rumahnya dengan beberapa ancaman dari rentenir tersebut yang ditujukan kepada ibunya merasa amat takut, Mi Ran hanya dapat bersembunyi dibalik selimutnya.


Yang Ja yang sudah keluar dari rumahnya amat kaget karena rentenir tersebut sudah berada tepat didepan pintu rumahnya dengan beberapa pot bunga yang sudah pecah dan berserakan.


Walau begitu, Yang Ja berusaha bersikap tenang seakan-akan ia juga nanti akan membayar hutangnya, dan menyembunyikan fakta kalau dia telah menjadi korban penipuan.


Lain halnya dengan para rentenir tersebut, mereka sudah mengetahui kalau Yang Ja sebenarnya sudah tertipu dan sekarang ia tidak mempunyai apa-apa lagi.


Karena hal tersebutlah, para rentenir tersebut segera menghampiri rumah Yang Ja dan menagih hutangnya padahal tenggat waktu untuk terakhir pelunasan adalah minggu depan.


“Kata siapa aku tidak punya apa-apa,nanti juga akan aku bayar semua hutangku, lagi pula tenggat waktunya kan minggu depan.” Ujar Yang Ja mengelak walau dengan nada gugup.


Akhirnya karena memang sudah tertangkap basah kalau Yang Ja memang tidak mempunyai apa-apa lagi, ia mengakuinya dan berjanji akan membayar hutangnya dengan cara apapun.


Mendengar hal demikian rentenir tersebut memberikan tenggat waktu sepekan lagi untuk Yang Ja mengumpulkan uang dan membayar hutang beserta bunganya juga.


Sebelum rentenit tersebut meninggalkan rumah Yang Ja mereka mengancap jika tidakdapatt membayarnya lagi, maka keduaputrinya yang akan menjadi bayarannya. “Ku dengar kamu mempunyai dua putri cantik, jika hal ini terjadi lagi maka, mereka yang akan membayar kami.” Ujar rentenir tersebut.


“Apa yang harus kulakukan? Bagaimana ini?” Ujar yang Ja begitu frustasi. Terlebih hanya Mi Ran satu-satunya yang ia miliki sedangkan Do Ran sudah entah ia tidak tahu keberadaannya.


Sedangkan itu, Dae Ryook yang hendak pergi menghadiri rapatnya dicagat kembali oleh Do Ran di sebuah tempat parkir ketika Dae Ryook hendak menaiki mobilnya.


“Ada kesalah pahaman diantara kita yang belum diluruskan. Sedangkan besok ada karyawisata, Jadi, kita harus bicara hari ini juga. Aku harus menuntaskan semuanya.” Ucap Do Ran tegas.


Dae Ryook bersedia meluangkan waktunya sebentar untuk membicarakan hal demikian. Namun karena mereka berada di tempat yang tidak tepat Do Ran meminta untuk berpindah tempat yang lebih nyaman.


Do Ran menjelaskan kembali semua alasannya mengapa ia memberi nafas buatan kepada Dae Ryook. “Yang aku lakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan nyawa anda.” Tutur Do Ran. 


Karena saking kesalnya karena Dae Ryook terus menggodanya  dengan mengatakan kalau Do Ran lah yang menyerangnya dan mengatakan kalau ia mengalami trauma dan hal-hal mengesalkan lainnya, Do Ran sampai berkaca-kaca mengatakannya.


Dae Ryook menatapnya heran dan ada penyesalan dalam dirinya. “Kamu menangis?” ujar Dae ryook sedikit khawatir.


“Bagaimana jika anda ada diposisiku.  Bagaiamana anda merasa sangat diperlakukan tidak adil?” ucap Do Ran kesal.


 “Baiklah anggap saja kamu tidak menyerangku, jadi tenanglah.” Ucapan Dae Ryook tersebut malah membuat tangisan Do Ran semakin menjadi.


Dae Ryook sangat panik melihat reaksi Do Ran yang seperti itu, ia memberikan sapu tangan miliknya namun, malah di campakkan oleh Do Ran.


“Bukan hanya kamu yang kesal. Tapi aku juga. Kamu orang pertama dalam hidupku yang menyebutku burung camar mesum. Dan kamu adalah wanita pertama yang menyerangku di toilet. Jadi, bisakah kita mengakui kesalahan kita masing-masing dan berdamai?” ujar Dae Ryook.


Do Ran yang mendengarkan hal tersebut jadi merasa bersalah lagi, “Itulah sebabnya aku meminta maaf secara tulus.” Ucap Do Ran membungkukkan badannya.


“Aku akui aku memang menyimpan dendam kepadamu jadi, aku terus saja menggodamu demikian. Jadi bisakah sekarang kita bersikap baik-baik saja.” Ujar Dae Ryook.


Do Ran pun menyetujui kesepakatan mereka. Dae Ryook mengajak berjabatan sebagai simbol mereka telah berdamai.


“Aku berjanji tidak akan membuat kesalah pahaman diantara kita lagi.” Ucap Dae Ryook masih menjabat tangan Do Ran, kemudian berlalu pergi untuk menghadiri rapatnya.


Sedangkan itu Pak Kang sambil memakai syal yang diberikan Do Ran mengunjungi rumah putrinya dan meneliti rumah tersebut.


Saat memeriksa jendela rumah Do Ran ternyata ada kerusakan dan akan berbahaya jika dibiarkan. Pak Kang segera memperbaikinya agar Do Ran bisa aman berada dirumahnya tersebut.


Tepat setelah Pak Kang menyelesaikannya Do Ran telah pulang dari kantornya. Melihatt hal tersebut Pak Kang segera bersembunyi si samping rumah Do Ran agar tidak diketahui keberadaannya.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 14 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon