2/13/2019

SINOPSIS My Only One Episode 9 PART 3

SINOPSIS My Only One Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 1

Nyonya Park yang sudah pikun malah meninggalkan mobilnya begitu saja. Hal tersebut membuat para remaja yang lewat memeriksanya dan menemukan sebuah tas dan handphon langsung membawanya ke kantor polisi..


Pimpinan Wang datang dari kantornya, Eun Yong yang ada didalam kamar langsung keluar dan memberitahukan ibunya kalau sedang keluar menggunakan mobilnya.


“Berkendara ke suatu tempat? Tidak ada yang melihatnya keluar? Selalu ada orang di rumah.” Tanya suaminya kesal, padahal ia sudah melarang siapapun mengizinkan ibunya berkendara sendirian.


“Itulahh yang ingin aku ketahui, selalu ada orang dirumah bagaimana bisa dia keluar mengendap-ngendap seperti kucing? Aku ingin menanyakan itu kepada ibumu.” Kata Eun Yong mengelak agar tidak disalahkan.


“Apa? Seperti kucing?” tanya suaminya lagi. “Tidak maksudku, aku tidak mengerti kenapa dia tidak mau memberi tahu orang lain ketika mau pergi. Alih-alih dia membuat semua orang khawatir.” Jawabnya menyadari ia salah memilih kata.


Pimpinan Wang mendapatkan kabar  dari kantor polisi lewat panggilan masuk memberitahukan kabar orang hilang dan menyebutkan nama ibunya.  Mendapat kabar itu pimpinan Wang langsung menuju tempat yang diberi tahu.


Sedangkan itu, pak kang mengenang Dong Chul dan anaknya lewat album foto miliknya.


“Dong Chul, kamu membesarkan Do Ran dengan baik. Aku tidak perlu khawatir bukan? Dia punya ibu dan adik, jadi dia akan baik-baik saja bukan?” ucapnya dalam hati.


Bu Cho buru-buru memberi tahu pak Kang kalau pimpinan Wang membutuhkan mobilnya segera.


“Ini ibuku.” Kata pimpinan Wang setelah melihat kartu pengenal yang ibunya tinggalkan didalam mobil.


“Jadi, dia meninggalkan ini di mobilnya dan menghilang begitu? Tanya Eun Yong panik.


“Ya, tapi masalahnya, dia seperti wanita linglung dengan demensia. Anda mau memeriksanya?” tanya petugas tersebut kepada pimpinan Wang.


“Wanita dengan dimensia? Ibuku tidak mengidap demensia.” Kata Pimpinan Wang menegaskan.


“Ya, dia tidak mengidap demensia. Ada apa ini? Apa ada yang tidak beres dengannya? Apa dia diculik orang jahat? Astaga bagaimana ini? Aku tidak tahu harus bagaimana.” Ucap Eun Yong panik.


“Sayangnya tidak ada kamera disekitar mobil. Jadi, kami memeriksa CCTV disekitarnya. Tolong jangan terlalu khawatir.” Ucap petugas tersebut menenangkan Eun Yong yangg panik.


“Dia nampak seperti wanita dengan demensia. Kenapa anda tidak memeriksanya hanya untuk memastikan.” Saran seorang petugas wanita disana. 


Akhirnya Pimpinan Wang memutuskan untuk memeriksanya. Pimpinan Wang bersama istri dan Pak Kang diantar ke rumah Do Ran karena ibunya ada disana untuk sementara waktu.


Pimpinan Wang dan istrinya bersama petugas polisi masuk kerumah Do Ran namun sayangnya Pak Kang tidak masuk ia hanya menunggu diluar.


Do Ran memepersilahkan mereka masuk dan menunjukkan nyonya Prk yang sedang tidur membelakangi mereka.


“Dia bukan mertuaku. Seharusnya kita tidak kemari.” Kata Eun Yong sambil menutup hidungnya dan hendak pergi karena sudah tidak betah berlama-lama dirumah Do Ran.


“Boleh aku masuk kamar sebentar? Aku mau melihat wajahnya.” Kata pimpinan Wang kepada Do Ran. “Tentu, silahkan masuk,” kata Do Ran mempersilahkan.


Pimpinan Wangdan Eun Yong dibuat kaget karena benar saja yang sedang berbaring dengan menggunakan kaos orans tersebut adalah ibunya. Namun nyonya Park malah tidak mengenali mereka. Nyonya Park hanya tahu Do Ran yang ia ingat adalah adiknya.


Pimpinan Wang dibuat panik karena ibunya yang tidak mengenalnya dan Eun Yong. Ibunya teriah histeris tidak mau diajak pulang dan tiba-tiba ibunya pingsan.


Setelah tersadar ibunya telah mengingat Jin Gok dan malah tidak ingat kenapa ia ada di rumah Do Ran. Hal tersebut membuat jin Gok sedih melihat keadaan ibunya.


Jin Gok dan istrinya berpamitan kepada polisi yang telah mengantarkannya dan berterimakasih kepada Do Ran yang telah menjaga ibunya seharian.


Sedangkan itu pak Kang yang ada didalam mobil tidak sempat melihat Do Ran karena tertutup oleh polisi wanita yang berdiri di samping Do Ran.


Seusai menjemput ibunya, Jin Gok langsung memeriksakan ibunya di rumah sakit. Yi Ryok dan Dae Ryok yang mendapatkan kabar tersebut langsung menuju rumah sakit bersama dan mencari neneknya.


“Jadi Siapa itu Myong Hee? Kenapa nenek mengikutinya?” tanya Yi Ryook. “Tampaknya nenekmu punya adik yangg tewas dahulu. Serta ibu salah mengira wanita itu adiknya.” Jawab ibunya.


“Kita harus berterimakasih kepada wanita itu karena telah mengurusnya.” Kata Dae Ryook. “Benar dia pasti kaget karena hal ini.” Sambung Yi Ryook.


Dae Ryook yang melihat ayahnya sangat khawatir mendekati dan menenangkannya. “Tentu, Ayah yakin dia baik-baik saja.” Jawab Jin Gok namun tetap saja ia menengis melihat kondisi ibunya sekarang.


“Aku tidak percaya ibu mengidap demensia akut. Dia tampak baik-baik saja. Mungkin aku harus membawanya ke dokter lain dan diperiksa lagi besok.” Ucap Jin Gok karena tak percaya ibunya mengidap demensia.


“Kamu lihat bagaimana ibu hari ini. Dokter Kim adalah seorang ahli dan dia bilang ibu mengidap demensia.” Ucap Eun Yong sambil melepas antingnya.


Jin Gok menarik nafas berat tak percaya dengan hal tersebut. “Kenapa semua ini terjadi. Kenapa ibuku?” keluh Jin Gok.


“Aku memang merasa dia bertingkah aneh. Lihat tanganku memar, dia memang mencubitku malam itu, kalau saja kita langsung memeriksanya sat iitu, akibatnya pasti tak seburuk itu.” Ucap Eun Yong malah mengeluhkan memar di tangannya.


Mendengar keluhan istrinya Jin Gok langsung keluar dari kamar karena kesal dengan tingkah Eun Yong.


Jin Gok menengok neneknya dikamar, namun ia kaget karena neneknya belum tidur dan Jin Gok langsung menghampirinya.


“Ibu rasa berakhir sudah semuanya.” Kata ibunya. “ Ibu kenapa berkata seperti itu? Ibu dengar bukan perkataan dokter  Kim, dia bilang ibu hanya mengidap gejala deemensia dini. Jika minum obat teratur dan tidak setres, ibu bisa hidup dengan baik seperti sekarang.” Kata Jin Gok menenagkan.


“Ibu tahu demensia hanya akan makin parah. Itu tidak bisa membaik. Jika penyakit ibu makin parah, kamu tidak harus merawat ibu. Masukkan saja ibu ke pantijompo.” Ucap ibunya menahan tangis.


“Ibu kenapa lemah sekali?” keluh Jin Gok. “Baik ibu mengerti. Akan ibu pastikan ibu tidak hilang akal. Jangan khawatir dan tidurlah.” Ucap ibunya.


“Ibu, aku yakin bisa menyembuhkan ibu.” Ucap Jin Gok dengan mata berkaca-kaca. “Jin Gok, terimakasih.” Ucap ibunya.


Jin Gok dan Dae Ryook izin pergi berangkat kerja kepada Nyonya Park. “Ibu aku akan pergi dinas ke singapura apakah nenek mau aku belikan coklat yang nenek suka?” tanya Dae Ryok. 


Tiba-tiba Yi Ryook masuk “Kak jangan lupa belikan coklat katanya bagus untuk Demensia.” Canda Yi Ryook. “ “Dasar kau ini” kat a Dae Ryook sambil memukul Yi Ryook. “Nenek, tolong kakak memukulku.” Ucap Yi Ryook sambil berlindung kepada neneknya. “Astaga kapan kalian dewasa?” gerutu Eun Yong.


Sekretaris Jin Gok menitipkan hadiah untuk Do Ran lewat seorang polisi, dan polisi itu menceritakan bahwa Do Ran tidak bisa mengikuti wawancara lamaran kerjanya karena kejadian kemarin. Polisi itu sengaja menceritakan hal tersebut setelah tahu Jin Gok adalah pimpinan di Boom n Food.


“Wanita itu tidak bisa mengikuti wawancara karena kejadian kemarin? Baiklah bawakan berkas rekruitmen kesini.” Kata Jin Gok setelah mengetahui cerita tersebut dari sekretarisnya.


Sekratis Jin Gok memberikan berkas lamaran kerja beru. “Kim Do Ran, memang dia orangnya, dia mendapat nilai tertinggi untuk tes tulis dan juga wawancara pertamanya.” Ucap Jin Gok sambil melihat berkas lamaran kerja milik Do Ran.

Penulis Sinopsis: Eunna
All images credit and content copyright: KBS2
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Only One Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Only One Episode 10 Part 1

Comments


EmoticonEmoticon